~Avenged Sevenfold History~
Avenged Sevenfold adalah sebuah band yang berasal dari Huntington Beach, California dan dibentuk tahun 1999 pada saat keempat anggotanya masih duduk di bangku SMA. Nama Avenged Sevenfold dicetuskan oleh M.Shadows yang mengambil referensi dari kisah Kain dan Habel pada kitab Kejadian pasal 4 ayat 15 yang berbunyi: “And the LORD said unto him, Therefore whosoever slayeth Cain, vengeance shall be taken on him sevenfold. And the LORD set a mark upon Cain, lest any finding him should kill him”. Walaupun memiliki nama dan beberapa lagu yang mengambil referensi dari Alkitab, Avenged Sevenfold menyatakan bahwa mereka bukanlah band religius.
Pada awal terbentuknya, Avenged Sevenfold terdiri dari vokalis M.Shadows, gitaris Zacky Vengeance, bassis Matt Wendt, dan drummer The Rev. Formasi ini mengalami perubahan pada era album Sounding The Seventh Trumpet dimana bassis Matt Wendt digantikan oleh Justin Sane pada pertengahan tahun 2001 dan kemudian digantikan oleh Daemon Ash pada tahun 2002. Selain itu, era ini juga ditandai dengan bergabungnya gitaris Synyster Gates yang sampai saat ini masih memegang peran utama sebagai lead guitarist Avenged Sevenfold. Pada tahun 2003, ketika Avenged Sevenfold melakukan proses rekaman album kedua mereka Waking The Fallen, kembali terjadi perubahan formasi dimana Dameon Ash mengundurkan diri dan digantikan oleh Johnny Christ. Johnny Christ, yang sebelumnya merupakan roadie dan beberapa kali bermain bersama Avenged Sevenfold ketika Ash tidak bisa hadir, sampai saat ini masih berperan sebagai bassis dari Avenged Sevenfold.
A7X merupakan akronim yang diciptakan oleh Zacky Vengeance untuk mempersingkat dan mempermudah penyebutan nama ‘Avenged Sevenfold’ yang sering kali disalah ucapkan oleh beberapa orang. Huruf A pada akronim ini mewakili kata Avenged, 7 mewakili kata Seven, dan X melambangkan pengulangan atau fold. Sehingga A7X = Avenged Sevenfold.
Sebagai sebuah band, Avenged Sevenfold merasa membutuhkan sebuah logo yang dapat menggambarkan Avenged Sevenfold sehingga ketika seseorang melihatnya maka secara langsung ia akan mengingat Avenged Sevenfold. Micah Montague, seorang sahabat Avenged Sevenfold di masa SMA, dibayar untuk membuat logo tersebut dan ia menghasilkan sebuah gambar tengkorak yang memiliki sayap kalelawar yang kini dikenal sebagai Deathbat. Deathbat dapat dijumpai di berbagai sampul album dan single, merchandise, dan tattoo personil band atau fans-fans Avenged Sevenfold.
Genre musik Avenged Sevenfold kerap kali mengalami perubahan di tiap album yang mereka rilis. Pada album pertamanya, Sounding The Seventh Trumpet, musik Avenged Sevenfold cenderung dimasukkan ke dalam kategori metalcore yang didominasi oleh vokal screaming dan pola breakdown pada instrumen. Album Waking The Fallen yang dirilis setelahnya masih menunjukkan pola musik metalcore namun dengan pengemasan yang lebih rapi terdapat lebih banyak eksplorasi instrumen terutama pada gitar. Dalam proses perekaman album City of Evil, M.Shadows menyatakan keinginannya untuk mengubah pola vokal menjadi lebih didominasi oleh nyanyian bukan screaming. Hal ini didorong oleh kenyataan bahwa band-band idola mereka pada umumnya bukanlah band ekstrim tetapi band yang menulis lagu melodik namun tetap terasa berat. Hasilnya, album City of Evil memiliki nuansa hard rock klasik atau heavy metal.
Fans merupakan bagian penting dalam keberhasilan karir Avenged Sevenfold. Walaupun tidak memiliki nama atau julukan yang pasti sebagaimana band-band lain pada umumnya, beberapa penulis yang mengulas tentang Avenged Sevenfold dan pertunjukan-pertunjukan mereka sering menyatakan bahwa fans Avenged Sevenfold merupakan fans loyal yang tetap memberikan dukungan pada band idola mereka dalam situasi apapun. Dalam beberapa kesempatan, para personil Avenged Sevenfold juga memberikan pernyataan-pernyataan mengenai para fans mereka:
“We have a fan base that every other band is jealous of” - M Shadows
“They support the changes” - Synyster Gates
“Our fans are pretty die hard about us. I think we have one of the best fan bases in the world.” - The Rev
"I think you gotta have balls to be an Avenged fan sometimes. A lot of our fans get hated on just as much as us. To me Avenged fans aren't just fans of a band, they are fans of everything that surrounds it, like a life style. We live it, you live it. You go to the shows and you can feel it. It's a great experience and people that aren't involved will never understand. So they can stand on the side lines and talk, but we will continue to do just what makes us happy." – M.Shadows
“They're really great and we don't know what we would do without them” - Johnny Christ
"It's rewarding cause you know you have this really solid core fan base that's been through a lot and they believe in the band now as more than a band, it's like a lifestyle. If anything happens we don't ever fall, it's like they're holding us up. We're not on the radio, but everywhere we go we always have this rabid group of fans. … They can't just get pulled out from underneath us. There's nothing you can grab to pull; it's fans that love this band." - M.Shadows
“I can honestly tell you if it wan’t for our fans, there would not be Avenged Sevenfold right now. The fans would send in hundreds and thousands of letters, and they’d make books begging us to keep going and thanking us for what we have done and honoring Jimmy. They held vigils all over the world. … If it wasn’t for them, we certainly wouldn’t have had the strength to get back there and basically walk through the fire at the hardest time in our life.” – Zacky Vengeance
Album Waking The Fallen yang mendatangkan respon positif terhadap Avenged Sevenfold menarik perhatian Warner Brothers Records yang kemudian mengontrak mereka dan merilis seluruh album Avenged Sevenfold pada tahun 2005 dan 2007 yang masing-masing diberi judul City of Evil dan Avenged Sevenfold serta video album All Excess dan Live in the LBC & Diamonds in the Rough pada tahun 2007 dan 2008.
Pada akhir tahun 2009, tepatnya pada tanggal 28 Desember, James Owen Sullivan atau yang lebih dikenal dengan nama The Reverend Tholomew Plague atau The Rev ditemukan tidak bernyawa di rumahnya di Huntington Beach, California. Autopsi yang dilakukan pada tanggal 30 Desember 2009 tidak dapat menyimpulkan penyebab kematian yang pasti. Penyebab kematian akhirnya dinyatakan pada tanggal 9 Juni 2010 oleh Deputi Koroner Orange County, Mitchel Sigall, yang melakukan 5 sampai 6 kali uji coba yang berbeda untuk menyimpulkan bahwa The Rev meninggal akibat keracunan polydrug akut yang disebabkan oleh efek dari penggabungan Oxycodone, Oxymorphone, Diazepam/Nordiazepam dan ethanol. Sigall juga menambahkan bahwa The Rev mengalami cardiomegaly atau pembesaran jantung yang dinyatakan mungkin memiliki peran dalam kematiannya.
Setelah tragedi menimpa Avenged Sevenfold ketika The Rev ditemukan meninggal di rumahnya pada tanggal 28 Desember. Avenged Sevenfold yang pada saat itu telah selesai menulis demo dan sedang berlibur sebelum merekam album kelima mereka di studio memutuskan untuk membatalkan seluruh rencana rekaman. Proses rekaman akhirnya dimulai beberapa bulan kemudian dengan bantuan Mike Portnoy (Dream Theater) yang merupakan idola The Rev untuk memainkan bagian drum yang telah direkam oleh The Rev dalam bentuk demo sebelum kematiannya. Album kelima yang diberi judul Nightmare ini selesai direkam pada tanggal 17 April 2010 dan dirilis secara pada tanggal 27 Juli 2010.
Dalam rangka tour album Nightmare, Avenged Sevenfold kembali menghubungi Mike Portnoy yang pada saat itu telah menyelesaikan tour bersama Dream Theater untuk membantu mereka sebagai touring drummer. Kerjasama yang dijalin selama beberapa bulan ini berakhir pada akhir tahun 2010 sesuai dengan perjanjian yang sebelumnya telah dibuat bersama.
Pada Januari 2011, Avenged Sevenfold yang akan memulai tour kembali mencari drummer untuk membantu mereka. Teknisi drum The Rev mengusulkan seorang mantan drummer band metalcore Confide bernama Arin Ilejay. Dalam uji coba yang dijalaninya, Arin memberikan performa yang mengejutkan seluruh personil Avenged Sevenfold sehingga ia kemudian dipilih untuk menggantikan Mike Portnoy sebagai touring drummer sampai saat ini.
Album keempat Avenged Sevenfold, merupakan album yang diproduksi sendiri oleh Avenged Sevenfold sehingga mereka memiki kebebasan untuk berekperimen dalam menulis lagu. Hal ini menghasilkan album yang dinilai agak menyimpang dari genre hard rock atau heavy metal, terutama pada lagu “Dear God” yang cenderung bernuansa country dan “A Little Piece of Heaven” yang cenderung bergenre avant-garde dengan nuansa pertunjukan broadway. Album Nightmare yang merupakan album kelima Avenged Sevenfold tetap menunjukkan keberagaman genre musik pada tiap lagunya. Dari lagu “Fiction” yang merupakan sebuah ballad hingga “God Hates Us” yang sekilas menunjukkan kembalinya Avenged Sevenfold ke genre musik awal mereka yaitu metalcore.
Avenged Sevenfold adalah sebuah band yang berasal dari Huntington Beach, California dan dibentuk tahun 1999 pada saat keempat anggotanya masih duduk di bangku SMA. Nama Avenged Sevenfold dicetuskan oleh M.Shadows yang mengambil referensi dari kisah Kain dan Habel pada kitab Kejadian pasal 4 ayat 15 yang berbunyi: “And the LORD said unto him, Therefore whosoever slayeth Cain, vengeance shall be taken on him sevenfold. And the LORD set a mark upon Cain, lest any finding him should kill him”. Walaupun memiliki nama dan beberapa lagu yang mengambil referensi dari Alkitab, Avenged Sevenfold menyatakan bahwa mereka bukanlah band religius.
Pada awal terbentuknya, Avenged Sevenfold terdiri dari vokalis M.Shadows, gitaris Zacky Vengeance, bassis Matt Wendt, dan drummer The Rev. Formasi ini mengalami perubahan pada era album Sounding The Seventh Trumpet dimana bassis Matt Wendt digantikan oleh Justin Sane pada pertengahan tahun 2001 dan kemudian digantikan oleh Daemon Ash pada tahun 2002. Selain itu, era ini juga ditandai dengan bergabungnya gitaris Synyster Gates yang sampai saat ini masih memegang peran utama sebagai lead guitarist Avenged Sevenfold. Pada tahun 2003, ketika Avenged Sevenfold melakukan proses rekaman album kedua mereka Waking The Fallen, kembali terjadi perubahan formasi dimana Dameon Ash mengundurkan diri dan digantikan oleh Johnny Christ. Johnny Christ, yang sebelumnya merupakan roadie dan beberapa kali bermain bersama Avenged Sevenfold ketika Ash tidak bisa hadir, sampai saat ini masih berperan sebagai bassis dari Avenged Sevenfold.
A7X merupakan akronim yang diciptakan oleh Zacky Vengeance untuk mempersingkat dan mempermudah penyebutan nama ‘Avenged Sevenfold’ yang sering kali disalah ucapkan oleh beberapa orang. Huruf A pada akronim ini mewakili kata Avenged, 7 mewakili kata Seven, dan X melambangkan pengulangan atau fold. Sehingga A7X = Avenged Sevenfold.
Sebagai sebuah band, Avenged Sevenfold merasa membutuhkan sebuah logo yang dapat menggambarkan Avenged Sevenfold sehingga ketika seseorang melihatnya maka secara langsung ia akan mengingat Avenged Sevenfold. Micah Montague, seorang sahabat Avenged Sevenfold di masa SMA, dibayar untuk membuat logo tersebut dan ia menghasilkan sebuah gambar tengkorak yang memiliki sayap kalelawar yang kini dikenal sebagai Deathbat. Deathbat dapat dijumpai di berbagai sampul album dan single, merchandise, dan tattoo personil band atau fans-fans Avenged Sevenfold.
Genre musik Avenged Sevenfold kerap kali mengalami perubahan di tiap album yang mereka rilis. Pada album pertamanya, Sounding The Seventh Trumpet, musik Avenged Sevenfold cenderung dimasukkan ke dalam kategori metalcore yang didominasi oleh vokal screaming dan pola breakdown pada instrumen. Album Waking The Fallen yang dirilis setelahnya masih menunjukkan pola musik metalcore namun dengan pengemasan yang lebih rapi terdapat lebih banyak eksplorasi instrumen terutama pada gitar. Dalam proses perekaman album City of Evil, M.Shadows menyatakan keinginannya untuk mengubah pola vokal menjadi lebih didominasi oleh nyanyian bukan screaming. Hal ini didorong oleh kenyataan bahwa band-band idola mereka pada umumnya bukanlah band ekstrim tetapi band yang menulis lagu melodik namun tetap terasa berat. Hasilnya, album City of Evil memiliki nuansa hard rock klasik atau heavy metal.
Fans merupakan bagian penting dalam keberhasilan karir Avenged Sevenfold. Walaupun tidak memiliki nama atau julukan yang pasti sebagaimana band-band lain pada umumnya, beberapa penulis yang mengulas tentang Avenged Sevenfold dan pertunjukan-pertunjukan mereka sering menyatakan bahwa fans Avenged Sevenfold merupakan fans loyal yang tetap memberikan dukungan pada band idola mereka dalam situasi apapun. Dalam beberapa kesempatan, para personil Avenged Sevenfold juga memberikan pernyataan-pernyataan mengenai para fans mereka:
“We have a fan base that every other band is jealous of” - M Shadows
“They support the changes” - Synyster Gates
“Our fans are pretty die hard about us. I think we have one of the best fan bases in the world.” - The Rev
"I think you gotta have balls to be an Avenged fan sometimes. A lot of our fans get hated on just as much as us. To me Avenged fans aren't just fans of a band, they are fans of everything that surrounds it, like a life style. We live it, you live it. You go to the shows and you can feel it. It's a great experience and people that aren't involved will never understand. So they can stand on the side lines and talk, but we will continue to do just what makes us happy." – M.Shadows
“They're really great and we don't know what we would do without them” - Johnny Christ
"It's rewarding cause you know you have this really solid core fan base that's been through a lot and they believe in the band now as more than a band, it's like a lifestyle. If anything happens we don't ever fall, it's like they're holding us up. We're not on the radio, but everywhere we go we always have this rabid group of fans. … They can't just get pulled out from underneath us. There's nothing you can grab to pull; it's fans that love this band." - M.Shadows
“I can honestly tell you if it wan’t for our fans, there would not be Avenged Sevenfold right now. The fans would send in hundreds and thousands of letters, and they’d make books begging us to keep going and thanking us for what we have done and honoring Jimmy. They held vigils all over the world. … If it wasn’t for them, we certainly wouldn’t have had the strength to get back there and basically walk through the fire at the hardest time in our life.” – Zacky Vengeance
Album Waking The Fallen yang mendatangkan respon positif terhadap Avenged Sevenfold menarik perhatian Warner Brothers Records yang kemudian mengontrak mereka dan merilis seluruh album Avenged Sevenfold pada tahun 2005 dan 2007 yang masing-masing diberi judul City of Evil dan Avenged Sevenfold serta video album All Excess dan Live in the LBC & Diamonds in the Rough pada tahun 2007 dan 2008.
Pada akhir tahun 2009, tepatnya pada tanggal 28 Desember, James Owen Sullivan atau yang lebih dikenal dengan nama The Reverend Tholomew Plague atau The Rev ditemukan tidak bernyawa di rumahnya di Huntington Beach, California. Autopsi yang dilakukan pada tanggal 30 Desember 2009 tidak dapat menyimpulkan penyebab kematian yang pasti. Penyebab kematian akhirnya dinyatakan pada tanggal 9 Juni 2010 oleh Deputi Koroner Orange County, Mitchel Sigall, yang melakukan 5 sampai 6 kali uji coba yang berbeda untuk menyimpulkan bahwa The Rev meninggal akibat keracunan polydrug akut yang disebabkan oleh efek dari penggabungan Oxycodone, Oxymorphone, Diazepam/Nordiazepam dan ethanol. Sigall juga menambahkan bahwa The Rev mengalami cardiomegaly atau pembesaran jantung yang dinyatakan mungkin memiliki peran dalam kematiannya.
Setelah tragedi menimpa Avenged Sevenfold ketika The Rev ditemukan meninggal di rumahnya pada tanggal 28 Desember. Avenged Sevenfold yang pada saat itu telah selesai menulis demo dan sedang berlibur sebelum merekam album kelima mereka di studio memutuskan untuk membatalkan seluruh rencana rekaman. Proses rekaman akhirnya dimulai beberapa bulan kemudian dengan bantuan Mike Portnoy (Dream Theater) yang merupakan idola The Rev untuk memainkan bagian drum yang telah direkam oleh The Rev dalam bentuk demo sebelum kematiannya. Album kelima yang diberi judul Nightmare ini selesai direkam pada tanggal 17 April 2010 dan dirilis secara pada tanggal 27 Juli 2010.
Dalam rangka tour album Nightmare, Avenged Sevenfold kembali menghubungi Mike Portnoy yang pada saat itu telah menyelesaikan tour bersama Dream Theater untuk membantu mereka sebagai touring drummer. Kerjasama yang dijalin selama beberapa bulan ini berakhir pada akhir tahun 2010 sesuai dengan perjanjian yang sebelumnya telah dibuat bersama.
Pada Januari 2011, Avenged Sevenfold yang akan memulai tour kembali mencari drummer untuk membantu mereka. Teknisi drum The Rev mengusulkan seorang mantan drummer band metalcore Confide bernama Arin Ilejay. Dalam uji coba yang dijalaninya, Arin memberikan performa yang mengejutkan seluruh personil Avenged Sevenfold sehingga ia kemudian dipilih untuk menggantikan Mike Portnoy sebagai touring drummer sampai saat ini.
Album keempat Avenged Sevenfold, merupakan album yang diproduksi sendiri oleh Avenged Sevenfold sehingga mereka memiki kebebasan untuk berekperimen dalam menulis lagu. Hal ini menghasilkan album yang dinilai agak menyimpang dari genre hard rock atau heavy metal, terutama pada lagu “Dear God” yang cenderung bernuansa country dan “A Little Piece of Heaven” yang cenderung bergenre avant-garde dengan nuansa pertunjukan broadway. Album Nightmare yang merupakan album kelima Avenged Sevenfold tetap menunjukkan keberagaman genre musik pada tiap lagunya. Dari lagu “Fiction” yang merupakan sebuah ballad hingga “God Hates Us” yang sekilas menunjukkan kembalinya Avenged Sevenfold ke genre musik awal mereka yaitu metalcore.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar